Analisis Tindak Tutur/Speech Act pada Kalam Amr/ Kalimat Imperatif Dalam Al-Qur'an
Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk memetakan makna kata perintah pada ayat-ayat al-Quran dengan memadukan antara ilmu balaghah Maaniy dan ilmu bahasa pragmatic. Dalam ilmu maaniy, kalam amr bermakna perintah. Namun pada penerapannya kata perintah tidak selalu bermakna perintah. Kalam amr dalam al-Quran memiliki beberapa macam bentuk, dan secara semantic memiliki makna yang berbeda-beda. Hasil analisis tindak tutur menunjukkan bahwa kalam amr dalam ayat al-Quran selain brmakna perintah, juga memiliki makna doa, petunjuk, berandai, memberi pilihan, memukul rata (sama), melemahkan, mengejek, mengultimatum (tawaran yang pahit), membolehkan, merendahkan/ menyepelekan, menakut-nakuti, memuliakan, menyangkal, memberi kabar yang mengherankan. Berkaitan dengan kalam amr atau imperative ini ada nuansa tindak tutur yang terbagi menjadi tiga yaitu lokusi atau perwujudan formal dari ungkapan, lalu ilokusi yaitu tindakan lain yang ada bersamaan dengan disampaikannya ungkapan itu, lalu perlokusi yaitu apa yang dihasilkan dari tuturan itu kepada pihak lawan tutur.




